BERITA  

Sejalan dengan Asta Cita Presiden, TNI Percepat Pembangunan Rumah Warga Kurang Mampu Melalui TMMD ke-130 di Sawahlunto

SHOOTLINENEWS,SAWAHLUNTO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 tidak sekadar menghadirkan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), TNI turut mengambil bagian dalam mendorong pemerataan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata TNI dalam mendukung arah pembangunan nasional, khususnya Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Komitmen itu terlihat ketika Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, mendampingi Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 yang dipimpin Brigjen TNI Hendri Wijaya, S.E., meninjau langsung pengerjaan rumah warga penerima program RTLH di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Kamis (29/10/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan sasaran fisik tambahan TMMD, terutama pembangunan rumah bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.

Dalam peninjauan lapangan, Tim Wasev memeriksa sejumlah bagian bangunan, mulai dari kondisi struktur, pemasangan dinding hingga pengerjaan atap. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dengan tetap memperhatikan standar keamanan dan kelayakan hunian.

Brigjen TNI Hendri Wijaya memberikan apresiasi terhadap hasil pengerjaan rumah yang dilaksanakan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.

Ia menilai hasil pekerjaan yang ditinjau telah menunjukkan perkembangan yang baik dan rapi. Namun, ia juga mengingatkan agar proses pembangunan terus dipercepat sehingga rumah tersebut segera dapat diselesaikan dan ditempati penerima manfaat.

Percepatan pekerjaan, menurutnya, harus tetap memperhatikan mutu dan kualitas konstruksi agar rumah yang dibangun benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Dansatgas TMMD ke-130 Letkol Inf Dicky Sakti Maulana, S.Hub.Int., menjelaskan bahwa pembangunan RTLH merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak dan sehat.

Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi keluarga penerima bantuan. Sebab, rumah layak huni bukan hanya persoalan bangunan fisik, melainkan juga berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kualitas kehidupan keluarga.

Jika dikaitkan dengan agenda pembangunan nasional, program RTLH melalui TMMD memiliki relevansi langsung dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto.

Pembangunan dari desa dan dari bawah menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pemerataan pembangunan. Artinya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur melalui proyek-proyek berskala besar, tetapi juga dari kemampuan negara menjangkau kebutuhan dasar masyarakat di tingkat desa dan wilayah pelosok.

Dalam konteks tersebut, bantuan pembangunan rumah bagi keluarga kurang mampu menjadi salah satu bentuk intervensi sosial yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Di sisi lain, pelaksanaan TMMD juga sejalan dengan arah pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat yang menempatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah.

Melalui pendekatan lintas sektoral, TNI membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk membantu mempercepat pembangunan, mengatasi kesulitan masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong.

Arah tersebut juga tercermin dalam tema TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026, yakni TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.

Program TMMD tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, wawasan kebangsaan, kesehatan, dan kesadaran hukum.

Dengan demikian, pembangunan RTLH di Sawahlunto tidak berdiri sendiri sebagai kegiatan bedah rumah, melainkan menjadi bagian dari pendekatan pembangunan teritorial yang menghubungkan kepentingan pertahanan, pembangunan daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Keterlibatan Pemerintah Kota Sawahlunto dalam peninjauan tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam memastikan program pembangunan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sinergi lintas sektor menjadi faktor penting agar sasaran pembangunan sesuai dengan kebutuhan warga, tepat sasaran, serta dapat dipelihara setelah program TMMD berakhir.

Bagi keluarga penerima bantuan, pembangunan rumah tersebut memiliki arti tersendiri. Pemilik rumah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0310/SS, atas bantuan pembangunan dan bedah rumah yang diberikan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan di lingkungan hunian yang lebih aman dan nyaman.

Melalui TMMD ke-130, TNI bersama Pemerintah Kota Sawahlunto berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan program semacam ini tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan fisik, tetapi juga sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat penerima.

Semangat membangun dari desa, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan negara di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan sebagaimana diarahkan dalam Asta Cita menuju Indonesia Maju. (NOF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *