Sempat DPO dan Tinggalkan Ganja 50 Kg, Pian Sopir Rush Diciduk BNNK Pasbar di Padang Sidempuan

  • Bagikan

Masih dalam perjalanan menuju Pasbar Kepala BNNK Pasbar, Irwan Effenry kepada Shootlinenews.com menyampaikan kronologi penangkapan Daftar Pencarian Orang  tersebut berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim BNNK Pasaman Barat dan BNNK Tapanuli Selatan.

“Kita dapat informasi keberadaan DPO sejak hari Selasa tanggal 7 Desember 2021 hingga Minggu 12 Desember 2021, diperoleh Informasi keberadaan Target Operasi (TO) serta ciri-ciri target operasi,  Selanjutnya berdasarkan informasi tersebut.kita bergerak ke Tapsel,”

“Tim melakukan Pengintaian di sekitar lokasi keberadaan TO kemudian pada hari Minggu  12 Desember 2021 tim mencurigai 1 (satu) orang laki-laki yang ciri-cirinya menyerupai Target Operasi,” urai Irwan.

“Kemudian Tim dibagi menjadi beberapa lokasi serta melakukan pembuntutan terhadap target, kemudian sekira Pukul 21.00 WIB bertempat di Jalan Lintas Padang Matinggi, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan. Tim melihat TO dan Tim langsung melakukan penangkapan terhadap target tersebut sehingga berhasil mengamankan 1 (satu) orang laki-laki inisial SH,” jelasnya.

“SH Panggilan Pian Umurnya 21 tahun Pekerjaan status Mahasiswa Alamat Hutaimbaru, Kecamatan Koto Napan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” terang Irwan.

Setelah diamankannya tersangka kemudian dibawa ke Kantor BNNK Tapanuli Selatan selanjutnya dibawa ke BNNK Pasaman Barat guna proses lebih lanjut.

Sebelumnya Kamis (23/9/2021), DPO PIAN melarikan diri dari kejaran petugas BNNK Pasbar. Ia pengendara atau sopir mobil Toyota Rush yang membawa narkotika ganja 23 September 2021,

Saat itu Tim memblokade jalan di Jembatan Taming Batahan guna mengamankan Mobil Toyota Rush warna Merah Maroon tersebut akan tetapi pada saat Mobil Toyota Rush warna merah maroon tersebut akan diperiksa oleh Anggota BNN, pengendara mobil Pian tersebut langsung menerobos blokade jalan dengan menabrak mobil yang dipakai untuk memblokade jalan tersebut.

Kemudian dilakukan pengejaran oleh Anggota hingga ke daerah Pasir Panjang Jorong Taming Batahan, Kenagarian Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat dan berhasil ditemukan 1 (satu) kendaraan Roda Empat Jenis Toyota Rush warna merah maroon dalam keadaan Kosong.

Diduga pengendara mobil tersebut berhasil melarikan diri, kemudian terhadap mobil tersebut dilakukan pemeriksaan dan berhasil menemukan sisa-sisa narkotika jenis Ganja berada didalam mobil tersebut.

Sekira pukul 06.30 WIB, salah satu anggota BNN Kabupaten Pasaman Barat memperoleh informasi dari anggota Polsek Ranah Batahan terkait penemuan 4 (empat) karung plastik berwarna putih yang diduga didalamnya berisi narkotika Jenis Ganja berada di sepanjang jalan Taming Batahan sekira 2 Km dari Jembatan Taming Batahan.

Kemudian Tim langsung bergerak menuju lokasi penemuan tersebut dan setibanya di lokasi tersebut benar ditemukan 4 (empat) karung plastik berwarna putih yang didalamnya berisi 50 (lima puluh) paket besar narkotika jenis Ganja yang dibungkus dengan lakban berwarna kuning.

“Diduga kuat bahwa Pian pengendara mobil Rush warna merah maroon tersebut sengaja membuang narkotika jenis Ganja yang dibawanya pada saat dilakukan pengejaran terhadap mobil yang dikendarainya” katanya

Dari pemeriksaan tersangka RD, 50 (lima puluh) paket besar ganja yang dibungkus dengan lakban berwarna bening tersebut RD mengakuinya bahwa itulah ganja yang dibelinya dari Kabupaten Mandailing Natal.

Kepala BBNK Pasbar menjelaskan lagi, pada Kamis tanggal 23 September 2021 yang mana Ganja tersebut berhasil diamankan dari 1 orang tersangka IW (35) tahun yang akan mengirimkan Narkotika Jenis Ganja ke daerah Pasaman Barat melalui jalur Darat dari daerah Kab Mandailing Natal sehingga berhasil diamankan 50 (lima puluh) paket besar ganja yang dibungkus dengan lakban berwarna kuning di sepanjang jalan taming batahan kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil diamankan 2 (dua) orang laki-laki inisial PA (28) dan BA (29) di daerah Parit sebagai orang yang akan membeli Ganja kepada tersangka IW (35).

Dari penangkapan Bandar Narkoba lintas propinsi itu. Terhadap tersangka IW diancam dengan Pasal 115 ayat (2) Junto Pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 111 ayat (2) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Terhadap tersangka PA dan BA diancam dengan Pasal 114 ayat (1) Junto Pasal 111 ayat (1) Junto Pasal 132 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 tentang dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

“Sementara, Pasal yang dikenakan terhadap  Sofiyan Hidayat panggilan Pian yaitu Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang – Undang Negara RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Kaban BNNK Pasbar.

Penulis: DifEditor: 221
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.