Siapa Dan Seperti Apa Paskalis Wandelinus Nahak (Wendy Nahak)

  • Bagikan

Sebuah tulisan akan seorang lelaki kurus yang sangat gigih dalam perjuangan hal kemanusiaan.

Ia, Namanya kerap disapa Wendy Nahak.

Saya mengenalnya setelah bergelut di salah satu organisasi gerakan di kefamenanu, yang menghimpun seluruh mahasiswa malaka yang mengenyam manisnya pendidikan di Universitas Timor.

Gerakan Mahasiswa Malaka (GEMMA) Kefamenanu menjadi wadah dimana saya mengenal sosok ini. Ia, Wendy pernah menjabat sebagai ketua Umum GEMMA Kefamenanu pada periode 2014/2015.

Wendy juga salah satu kader militan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), terlihat dirinya sangat menghayati nilai dan asas perjuangan Ideologi Marhaenisme terhadap masyarakat kecil. wendy serius mengerjakan sesuatu dengan penuh tanggung jawab, dirinya pernah bilang ke saya, dalam sebuah kesempatan kami bertemu, dia bilang.. bung jika kita ingin mengerjakan sesuatu kepada rakyat, kerjakanlah dengan hati dan tanggungjawab, yakin saja sesulit apapun persoalan yang kerjakan, pasti akan ada jalan kluar terbaik yang kita capai.

Persaudaraanpun semakin erat dan singkat cerita.  pada awal maret 2018, sosok lelaki kurus ini mengajak saya untuk bergabung juga di organisasi kemasyarakatan (Ormas) Nasional di bawah lindungan Persatuan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) dan sayapun sontak menjawab setuju.

Kala itu, saya bukanlah siapa-siapa sebab dengan minimnya pengalaman berorganisasi tapi karna tekad perjuangan dan keberanian yang kuat, saya memilih maju.

Karir di ormas Posko Perjuangan Rakyat mulai di asa dengan mengikuti deklarasi POSPERA NTT di auditorium poltek Negeri kupang. Semangat berorganisasi dan mental terbentuk, hingga saya dipercayakan sebagai Ketua DPC Pospera TTU, berkat Wendily Bundao yang akrab disapa pada kalangan aktivis Gerakan.

Perkenalan dengan beliau tidak berakhir disitu, Tanggal 5 Juli tahun 2018, Bang Wendy yang menjadi panggilan khas saya terhadapnya , membawa saya ke jakarta mengikuti kegiatan akbar Nasional  “Mengenang 20 Tahun Reformasi” yang diselenggerakan oleh PENA 98 dan DPP Pospera Indonesia tepat tanggal 7 Juli di Jakarta Internatioanal Expo, disanalah saya belajar mengenal sosok orang-orang hebat yang memperjuangkan demokrasi, yaitu aktivis 98.

Melihat kita besar dan memiliki banyak jaringan dan kerabat adalah tujuan seorang wendy.

Yah..ulasan di atas menjadi ilustrasi singkat antara perkenalan saya dengan Bang Wendy Nahak.

Siapakah Wendy Nahak?
Pertanyaan ini tentu terlintas dalam pikiran setiap orang yang mengenalnya bahkan yang pernah mendengar namanya.

Wendy menyelesaikan atudi strata satunya pada tahun 2015 dengan menyandang sarjana Ilmu Pemerintahan!

Lantas…!!!  apa yang menjadi karirnya setelah tamat dari dunia mahasiswa?

Apa pekerjaanya? Sebagai Apa Ia bekerja?
Ini sulit dijawab.

Setelah berada dan berbaur dengan masyarakat, Ia Malah semakin antusias dan getol dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ia bukan Bupati, Ia Bukan DPR, Ia Bukan Kapala Dinas, bukan kepala Desa, Dia hanyalah seorang wendy yang mampu melakukan segala hal untuk kemanusiaan dengan kemampuan yang dimiliki.

Apakah Dia anak konglomerat?
Tidak…!! Dia lahir dari keluarga yang sederhana, namun baginya kesederhanaan tidak menjadi halangan untuk berjuang. Itu karakternya.

Tulisan ringan ini bukan memuji, atau pencitraan tapi ini adalah ungkapan rasa bangga dan haru setelah mengenal dengan Wendy, melihatnya berjuang tanpa pamrih membela rakyat kecil.

Wendy, banyak sekali yang mengenalnya dan mengaguminya, dan tidak sedikit pula yang membenci karna perbuatan baiknya kepada sesama manusia, dia tidak peduli dengan segala ocehan dan hinaan orang lain, bahkan orang-orang di dekatnyapun sering memandang remeh dirinya, tetapi wendy tidak peduli dengan semua ocehan dan hinaan itu, bagi dirinya! berjuang untuk kebaikan orang lain itu adalah hal yang paling hakiki, sebab hidup bukan untuk menjadi yang terbaik, namun siapa yang mau rela berkorban dan mau berbuat baik kepada orang lain.

Ia bukanlah sosok yang sensasional, Ia adalah sosok yang idealis juga realistis dalam menanggapi setiap persoalan rakyat, yah..itu yang saya lihat dalam pribadi kurus itu.

Bagiku, dia (Wendy Nahak) adalah seorang petarung yang pernah saya lihat, dia adalah seorang pejuang, dan Ia pantas mendapatkan penyebutan itu, Pejuang!

Ia harusnya mencari kerja setelah wisuda, untuk menafkahi keluarganya sebagai tulang punggung bagi keluarga. Malah Ia memilih hidup bersama rakyat bertahun tahun hingga kini ia masih kokoh dan konsisten di barisan depan rakyat kecil, karna saya melihat dialektika lapangan yang dimainkan oleh wendy dan kawan kawannya tiada henti memperjuangkan hak hak rakyat kecil.

Tidak sedikit kasus atau persoalan rakyat yang Ia selesaikan dengan melakukan pengorganisasian basis rakyat, mendidik rakyat untuk bertarung dan pendampingan rakyat bersama Organisasi yang dipimpinnya, Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Malaka.

Terbukti, saya memilih salah satu persoalan pendidikan yang berhasil Ia perjuangkan, hingga hari ini  sekolah yang Ia perjuangkan bersama kawan kawannya telah menikmati buah manis dari keringat yang ia kucurkan itu, kini generasi bangsa mampu menikmati pendidikan yang selayaknya, yang sama layaknya di nikmati oleh anak anak sekolah di kota besar.

SDN Oevetnai menjadi torehan sejarah perjuangan Bang Wendy Nahak.

Sekolah ini sempat ditutup, dan sekolah ini beratapkan alang alang dan berdinding pelepah, tentu dengan kondisi yang sangat darurat, Wendy memilih untuk memperjuangkanya.  Puji Tuhan, berkat gigih perjuanganya, sekolah ini di bangun kembali oleh Presiden Jokowi melalui kementrian pendidikan pada tahun 2017 lalu, dengan gedung yang permanen, Luar biasa Bang wendy.

Moment luar biasa itu, terjadi lagi pada 28 Oktober 2019, tepat hari sumpah pemuda.

Kala itu, saya bersama rekan rekan saya sebagai junior yang mengaguminya  merasa sangat bangga karna bisa turun ke jalan dengan satu panggung perjuangan bersama Bang Wendy.

Momentum tersebut kita peringati dengan gerakan demonatrasi menolak KKN di Kab. Malaka dengan melawan dinasti Kab. Malaka, karna yang kita inginkan adalah Malaka harus lahir dan besar dengan bersih, yang kita inginkan semua masyarakat merasakan kesejahteraan tanpa intervensi apapun, yang kita inginkan masyarakat bebas tanpa terjerat belenggu sosial dan kita ingin masyarakat Malaka benar benar MERDEKA, itu sekelumit kata yang menjadi bahan diskusi ketika saya bertemu denganya sebelum eksekusi gerakan 28 oktober di Malaka.

Satu hal yang membanggakan, saya melihat ekspresi ketulusan perjuangan Bang Wendy ketika Ia mengikrarkan sumpah Rakyat Indonesia dihadapan para pemangku kebijakan, DPRD Kab. Malaka.

Kala itu, saya dan kawan kawan demonstran dan mungkin semua yang turut menyaksikan  merasa sangat terharu hingga air mata ditetes oleh salah seorang Anggota Dewan yang kala itu mengangkat tinju kirinya sambil berucap sumpah rakyat Indonesia mengikuti bang wendy nahak.

Ia tegas dan konsisten dalam mengerjakan sesuatu apalagi sesuatu yang bersentuhan dengan masyarakat.

Ia gigih dalam perjuangannya,
darahnya mendidih ketika melihat ketidakadilan.

Dan bagiku, Ia layak dan pantas saya sebut petarung, sosok kurus pemerhati sosial dan saya bangga bisa berkenalan dengan Bang Wendy.

Satu hal yang membanggakan saya sebagai juniornya ketika iklim demokrasi terjadi pada tahun 2020. Ketika itu, Banyak orang sikut menyikut soal politik, Ia lebih memilih hidup bersama rakyat, bagi dirinya dekat dengan rakyat adalah kita belajar memahami kehidupan ini secara nyata.

Saya tidak tahu lagi, harus menulis apa lagi, jelasnya Wendily nahak adalah sosok yang sangat luar biasa. Ia mengawal kebijakan, memperjuangkan nasib rakyat, meski tidak sedikit pula yang gagal Ia perjuangkan namun itu tidak membuatnya menyerah apalagi putus asa, bagi dirinya kegagalan adalah langkah awal untuk bangkit dan berjuang lagi. “BagiNya Lelah Boleh, Menyerah Jangan”

Satu hal lagi yang membuat saya merasa terharu ketika dalam sebuah kesempatan saya bersama kawan kawan saya bertemu dengannya dan bercerita, lalu Wendy menceritakan tentang sebuah kisah hidup seorang suami dan istri yang hidupnya di usia senja namun tinggal di sebuah gubuk yang sangat tidak layak untuk di tempati sebagai sebuah rumah.

Wendy menceritakan setelah saya mendengar cerita masyarakat terhadap kedua orang tua tersebut, saya langsung bergegas menemui kedua orang tua itu dan menyaksikan langsung kehidupan mereka berdua. kedua orang tua tersebut bernama bapa wilem dan Ibu lidia, mereka berdua tidak memiliki anak untuk bantu menafkahi kehidupan mereka, bahkan seorang ibu harus berganti profesi sebagai seorang laki laki berkerja untuk mencari makan buat kehidupan sehari hari mereka, disitulah wendy terpukul hatinya, setelah menyaksikan kondisi itu wendy menyimpan semua sedih itu dalam hati dan pulang mencari jalan kluar.

Berkat perjuangan wendy bersama kawan kawannya, kini bapa wilem dan ibu lidia telah menempati dan berlindung hidup di sebuah rumah yang layak atas perjuangan wendy dan kawan kawannya. dari kisah perjuangan tersebut, kisah ini menyayat hati saya dan kawan kawan saya, betapa tidak, wendy bercerita kepada kami, “bung,.. rumah orang tua saya sangat tidak layak, tetapi orang tua saya masih punya harapan untuk saya, tetapi kedua orang tua itu mau menaruh harapan kepada siapa untuk tinggal di rumah yang layak” inilah kebesaran hati wendy, ia tulus menjalankan misi hidupnya, bagi dirinya ketika memilih jalan untuk mengabdi kepada rakyat, maka kerjakan lah semua hal dengan sungguh sungguh dengan ketulusan hati kita.

Hingga sampai pada hari ini, kami masih bersama sama dalam memperjuangkan nasib masyarakat kecil dengan segala kemampuan yang kami miliki.

Pasca banjir seroja 4 april 2021, Bang Wendi bersama rekan rekanya sangat getol dalam memberi senyum bagi warga terdampak dengan menghibur dan menyalurkan berbagai macam bantuan.

Wendy bersama GKI hadir sebagai penyembuh luka yang dirasakan oleh masyarakat Kab Malaka, dan menghibur hati anak anak yang piluh.

Pertanyaannya?
Dari mana bantuan yang begitu besar dan banyak itu datang?

“Orang Yang Selalu Menginvestasi kebaikan akan selalu dibantu oleh orang orang yang baik”

Sudah saya katakan bahwa untuk kemanusiaan, kita akan berusaha dengan segala yang kita bisa untuk membantu sesama.

Itu jawaban singkat yang saya terima ketika saya lancang menanyakan hal tersebut.

I am Proud Of You, Bang Wendi Nahak.

Penulis
Bung Bara
“Aktivis GMNI Cab Kefamenanu, GEMMA Kefamenanu, Pro Demokrasi Kefamenanu, Dewan Mahasiswa (DEMA) Pospera

*Tulisan ini boleh disebarluaskan, boleh diterbirkan tanpa mengubah isi tulisan ini*

Penulis: RLS
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *