TANAH DATAR | SHOOTLINENEWS.COM – Lintau Buo Hari Kartini diperingati pada tanggal 21 April, namun Hari Kartini tahun ini agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena diperingati di tengah Pandemi COVID-19 dan Bulan Suci Ramadhan.
Meskipun demikian, Pandemi COVID-19 bukanlah suatu hambatan besar bagi murid SMA Negeri 2 Lintau Buo untuk ikut serta memperingati Hari Kartini. Kegiatan tersebut telah menjadi suatu kewajiban untuk dilaksanakan setiap tahunnya di SMA Negeri 2 Lintau Buo.
Tapi jangan khawatir, Peringatan Hari Kartini tetap dilaksanakan sesuai dengan anjuran dan arahan yang diberikan oleh pemerintah.
Maka dari itu, SMA Negeri 2 Lintau Buo berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Lomba Peringatan Hari Kartini secara dengan mematuhi Prokes 19 dan membatasi jumlah peserta.
OSIS SMA Negeri 2 Lintau Buo menggelar lomba Pemilihan Kartini Muslimah Milenial Pagelaran lomba ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April kemarin, yang bernuansa islam dan melestarikan budaya.
Kegiatan ini digagas oleh pengurus OSIS dibawah pembinaan Pembina Osis Bapak Oki Noviendra, S.Kom. M.Pd.T dan Wakil Kesiswaan Ibu Nelfisa Fitri,S.Pd pada Kamis (22/4/2021).
Syailla Diyana Shabrina selaku ketua panitia pelaksana kegiatan ini menyebutkan kepada Shootlinenews.Com maksud dan tujuan diselenggarakan lomba pemilihan kartini muslim milenial dengan tema “ Budayakan Kesetaraan Wanita Melalui Peringatan Hari Kartini”.
Acara ini terselenggara berkat kerjasama seluruh pengurus OSIS SMA Negeri 2 Lintau Buo Tahun 2021 dan dukungan dari Kepala Sekolah,Pembina Osis ,Majelis Guru , dan Staf Tata Usaha SMA Negeri 2 Lintau Buo .Selaku ketua pelaksana Syailla mengucapkan ribuan terimakasih atas dukungan baik materil maupun materil kepada seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Lintau Buo sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik .Jelas Syailla.
Syailla juga menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan dengan mematuhi Prokes 19 guna memutus mata rantai covid -19 , panitia pelaksana membatasi peserta dan pendukung dari setiap peserta yang ikut lomba, setiap peserta dan pendukung wajib mematuhi prokes 19 dengan memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk keruangan lomba serta mengatur jarak tempat duduk,peserta dan pendukung . Syailla juga menyebutkan dalam pelaksanaan panitia menyediakan tempat cuci tangan, termoghan serta hans sanitizer. Untuk peserta lomba hanya dibatasi sebanyak 11 orang dari utusan masing- masing kelas 10 dan kelas 11.Dari 11 orang yang terdaftar pada saat lomba hanya hadir sebanyak 9 orang dan untuk 2 orang lagi dinyatakan mengundurkan diri .Kiriteria yang dinilai dalam perlombaan ini adalah pemilihan siswi – siswi yang memiliki potensi lebih dibidang kesenian dan agama, dengan kriteria penilaian sehingga terbentuk the winner,berbakat, best costume dan favorit.dalam perlombaan ini dinilai oleh 2 orang juri yang telah ditunjuk panitia dari majelis guru yaitu Ibuk Devira Purnama Purnama ,SE.M.Pd.E dan Ibu Budiarna .
Wakil Kesiswaan Ibu Nelfisa Fitri,S.Pd mewakili Ibu Kepala Sekolah membuka acara ini dalam sambutanya menjelaskan sebagai wakil Kesiswaan Nelfisa Fitri memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan memberikan tepuk tangan yang meriah , karena selain untuk memfasilitasi minat dan bakat siswa, acara ini juga membuka ruang kebersamaan antara guru dan murid.Dalam kesempatan ini juga Nelfisa berpesan kepada siswa – siswi SMA Negeri 2 Lintau Buo untuk dapat mematuhi Prokes 19 Guna memutus mata rantai Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah disekitar kita,sudah 1 tahun lamanya virus civid 19 ini menghambat semua aktivitas kita disekolah seperti kegiatan PBM,Ekstrakurilur dan kegiatan lainnya disekolah .Harapan semoga Wabah Covid 19 ini cepat berlalu dan kegiatan disekolah seperti Ekstrakurikuler dapat berjalan dengan baik dan normal kembali .Pesan sebelum membuka acara ini dan menutup sambukat sebagai Wakil Kesiswaan berpesan selain prestasi dibidang non akademis , prestasi akdemis disekolah juga harus ditingkatkan lagi, apa lagi dimasa vandemi covid 19 ini kita lebih banyak melakukan pembelajaran secara daring dirumah, kerjakan semua kewajiban atau tugas – tugas yang diberikan bapak ibuk guru serta kewajiban –kewajiban lain yang diberikan , bagi yang nilainya tidak tuntas segera lakukan remedial guna mengejar ketertinggalan . Jelas Nelfisa Fitri.
“Kegiatan Hari Kartini kali ini cukup Bagus dan semoga dapat berlangsung kegiatan serupa dengan lebih baik lagi,”kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program pemerintah untuk turut serta membangun sumber daya manusia cinta tanah air,program kerja OSIS,sebagai sarana untuk meningkatkan kreatifitas siswa dan siswi dalam kesenian dan mengisi peringatan hari kartini dengan kegiatan bermanfaat, tandas Nelfisa Fitri.Selanjutnya dengan mengucapkan fuji syukur kepada Allah SWT dan membaca bismillahirrohmanirrohim acara ini resmi dibuka.
Setelah dibuka oleh Wakil Kesiswaan Nelfisa Fitri,S.Pd acara dimulai dengan penampilan dari masing -masing peserta dan dinilai oleh juri penilai, peserta menampilkan bakat dan pengetahuannya diatas panggung yang disediakan panitia. Dalam perlombaan ini hal – hal yang dinilai oleh juri yaitu , Wawasan,Publik Speaking,Penampilan,Bakat (Wiraga,Wirasa dan Wirama)
Dewan juri melakukan penilaian dengan sportif dan ketat sebagai dewan Juri Devira Purnama dan Budiarna teliti dalam menilai semua peserta lomba, setelah dilaksanakan penilaian terhadap 9 orang peserta lomba dipolih 5 orang peserta dan akan diseleksi lagi untuk diambil sebagai 2 orang pemenang dalam lomba ini.Dewan juri melalui kesepakatan melihat hasil penilaian yang dilakukan yang keluar sebagai juara pertama sebagai Kartini Muslimah Milenial SMA Negeri 2 Lintau Buo adalah Nadhila Dwi Febriani Utusan Kelas XI IPS 3 dengan jumlah nilai 553 dan sebagai Runner Up ( Juara 2 ) jatuh kepada Yoanda Jufri utusan kelas XI IPA 1 dengan jumlah nilai 548 . Selamat kepada kedua pemenang dan bagi yang belum terpilih jangan berkecil hati , kalah menang itu biasa dalam perlombaan, yang penting kita sudah berusaha dan sportif .Kita harus mengambil inti dari kegiatan ini, teruskan cita – cita pejuang kita Ibu Kartini tidak ada batasan untuk kita kaum wanita mengembangkan karier, Kartini tidak menyerah meski cita-citanya menjadi dokter kandas. Ia kemudian diizinkan oleh sang ayah untuk menjadi guru.Akan tetapi, Kartini meyakini, tercapai atau tidak keinginannya itu hanya bergantung pada dirinya sendiri dan memang dibutuhkan keberanian dan kecakapan untuk mewujudkan harapannya
Kartini mampu memotivasi diri banyak wanita untuk bangkit dan maju sejajar dengan kaum pria.
Dikenal dengan kutipan “Habis Gelap Terbitlah Terang”, ternyata tak hanya itu kutipan Kartini yang bisa dibagikan para kaum hawa di Hari Kartini.Ungkap Devira Purnama .
Selanjutnya penyerahan Tropi dan piagam penghargaan kepada pemenang dilaksanakan oleh Wakil Kesiswaan Nelfisa Fitri,S.Pd dan Pembina OSIS Oki NOviendra,S.Kom.M.Pd.T.













