SUMBAR | Sumatera Barat termasuk daerah yang masyarakatnya rentan mendapat penyakit seperti penyakit darah tinggi, kelebihan gula, penyakit stroke, kegemukan dan lainnya.
Hal ini wajar terjadi dikarenakan ranah Minang banyaknya tersedia makan yang “lamak” (enak-enak) dengan bahan dasar perlu diwaspadai, penikmatnya tak sadar makan enak dikonsumsi berlebih, berakibat buruk pada tubuh.
Sehingga langkah Pemerintah Propinsi Sumatera Barat membuat program Car Free Day (CFD) atau jalan hari bebas kendaraan untuk ola raga dan bermain bersama pada 11 September 2022 kemarin sudah dimulai.
Buya Mahyeldi, Gubernur Sumatera Barat mengatakan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor itu diputuskan setelah melihat kondisi kasus Covid-19 yang telah melandai dan sudah dibolehkan masyarakat kembali hidup sehat dengan berolah raga bersama-sama.
Keputusan mengadakan program ini didasari dari masyarakat telah sering meminta ke Gubernur agar car free day ini dibuka kembali. CFD sudah 2 tahun tidak digelar akibat Covid-19. Melihat kondisi daerah Sumbar akhirnya Gubernur putuskan untuk kembali menggelar CFD ini.
Menurut catatan Penulis dahulu lokasi CFD di Padang sepanjang Jalan Khatib Sulaiman. Tapi untuk acara perdana kemarin, tanggal 11 September 2022, CFD dilaksanakan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan menyambung ke Jalan Rasuna Said.
Adapun panjang jalan yang ditempuh didua jalan itu sekitar 1,8 Km. Namun bila nanti membludak, telah disiapkan skema menambah rute hingga jalan Khatib Sulaiman.
Penulis melihat program CFD Gubernur Sumbar ini sudah tepat dilanjutkan dan dilaksanakan agar warga Sumatera Barat bisa menikmati berolahraga dengan bebas bergerak tanpa ada polusi udara dan ruang gerak tempat olahraga lapang.
Langkah Gubernur Sumbar ini hendaknya bisa ditirunkan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Se-Sumbar. Hendaknya ada didaerah Kota Pariaman kawasan car free day, sepeti jalan dipingiran pantai dari jalan pantai Gandoriah sampai jalan pantai cermin dibuat CFD.
Begitu juga Pemerintah Kota Padang bisa juga membuat kawasan car free day dari kawasan jalan dimuaro Padang sampai ke jalan pantai air manis. Begitu juga Walikota Bukittinggi, dibuat jalan car free day khusus diseputaran kawasan jam gadang termasuk depan Novotel.
Langkah ini juga diikuti oleh Kota Payakumbuh, Kabupaten Damasraya, Kota Solok dan Kabupaten Solok. Jika program CFD ini tersebar diseluruh daerah Se-Sumbar. Menurut Penulis insyallah warga Sumbar akan sehat dan anggaran untuk kesehatan bisa dikurangi atau terjadi efesinsi dana Dinas Kesehatan.
Disamping dampak positif car free day ini membuat masyarakat sehat, dampak positif lainnya adalah membukak tempat kaki lima berjualan, sehingga masyarakat bisa berdagang dan akan mengerahkan ekonomi masyarakat melalui kawasan car free day tersebut[*].
Oleh Labai Korok










