BERITA  

Tinjau Jalan Lingkar Galagah Alahan Panjang, Wabup Solok Soroti Pentingnya Konektivitas Wilayah

KABUPATEN SOLOK, SHOOTLINENEWS — Ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini menjadi perhatian Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., saat meninjau ruas jalan lingkar Galagah di sekitar Masjid Nurul Aqsa, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Jumat (16/10/2026).

Peninjauan dilakukan pada ruas jalan dengan panjang sekitar 300 meter. Dalam kegiatan tersebut, H. Candra didampingi tokoh masyarakat Edward Jamil dan Sekretaris Nagari.

Kunjungan lapangan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi akses jalan di kawasan tersebut, sekaligus memahami pentingnya konektivitas bagi kelancaran aktivitas warga.

Jalan lingkungan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan ekonomi, akses pelayanan dasar, dan hubungan sosial masyarakat. Infrastruktur yang memadai dapat mempermudah warga menjangkau berbagai fasilitas serta mendukung kelancaran distribusi barang dan hasil produksi.

Bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, akses transportasi yang baik menjadi salah satu penunjang penting untuk membawa hasil panen ke pasar. Konektivitas yang lancar juga berpotensi mengurangi waktu perjalanan dan biaya angkut, sehingga kegiatan ekonomi dapat berlangsung lebih efisien.

Selain itu, akses jalan yang layak diperlukan untuk mendukung mobilitas menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, termasuk mempermudah pergerakan kendaraan dalam situasi darurat.

Wabup: Kebutuhan Masyarakat Harus Menjadi Pertimbangan

Wakil Bupati Solok H. Candra menegaskan, pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan manfaat yang dapat dihasilkan dalam jangka panjang.

“Infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat. Jalan bukan hanya sarana untuk menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya, tetapi juga menjadi penunjang aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar H. Candra.

Menurutnya, kondisi lapangan perlu menjadi bahan pertimbangan dalam melihat kebutuhan pembangunan, termasuk manfaat akses jalan bagi masyarakat di kawasan yang dilayani.

Jalan yang memadai, lanjutnya, diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang bagi berkembangnya kegiatan ekonomi setempat.

“Kita ingin pembangunan infrastruktur memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Untuk itu, kebutuhan masyarakat harus menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melihat prioritas pembangunan, dengan tetap memperhatikan kondisi teknis, ketersediaan anggaran, serta mekanisme perencanaan yang berlaku,” katanya.

Peninjauan ruas jalan lingkar Galagah sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut juga menegaskan pentingnya melihat kebutuhan infrastruktur berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Dalam menentukan penanganan jalan, sejumlah aspek perlu diperhitungkan, mulai dari kondisi fisik, intensitas penggunaan, keterhubungan dengan jaringan jalan lain, hingga manfaat bagi masyarakat.

Apabila peningkatan infrastruktur diperlukan, pelaksanaannya harus melalui perencanaan teknis dan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan jalan diharapkan tidak berhenti pada penyediaan sarana fisik, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap kemudahan mobilitas, kelancaran kegiatan ekonomi, dan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Konektivitas yang baik pada akhirnya menjadi bagian penting dari upaya mendorong pemerataan pembangunan, terutama ketika infrastruktur direncanakan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat langsung bagi warga. STK

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *