Pasaman Barat, shootlinenews.com –
Hubungan sosial dan urat nadi perekonomian masyarakat di perbatasan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dan Kabupaten Pasaman yang sempat terputus pascapemekaran daerah, kini bersiap dihidupkan kembali. Langkah strategis ini diawali dengan kunjungan kerja tiga Anggota DPRD Pasbar, yakni Sulaiman, Rommy Candra, dan Jekrimen, ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman di Lubuk Sikaping.
Kunjungan antarlembaga ini berfokus pada konsultasi teknis terkait rencana pembukaan jalan yang menghubungkan Batang Kundur di Kecamatan Dua Koto (Kabupaten Pasaman) dengan Jorong Sitabu di Nagari Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh (Kabupaten Pasaman Barat).
“Batang Kundur dan Jorong Sitabu merupakan dua wilayah yang berbatasan langsung. Dahulu, kawasan ini saling terikat erat dalam tatanan adat dan sosial di bawah Kenagarian Rabi Jonggor,” ujar Sulaiman dalam keterangannya, Rabu (13/4).
Anggota DPRD Pasbar, Rommy Candra, menambahkan bahwa proyek interkoneksi antarkabupaten ini direncanakan mulai berjalan pada tahun anggaran 2026. Proyek fisik tersebut mencakup pembukaan jalan sepanjang 4 kilometer serta pembangunan satu unit jembatan gantung. Guna mendukung kelancaran proyek, anggaran sebesar Rp20 miliar telah dialokasikan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagai putra daerah Paraman Ampalu, Sulaiman mengenang bagaimana tingginya mobilitas warga perbatasan di masa lalu. Sebelum akses jalan tertutup belantara, anak-anak dari Batang Kundur menyeberang untuk mengenyam pendidikan di MTs dan MA Muhammadiyah Paraman Ampalu.
Tidak hanya pendidikan, interaksi pasar tradisional juga berjalan sangat aktif setiap pekannya. Warga dari Batang Kundur dan Simpang Lolo terbiasa menunggangi kuda mengangkut hasil perkebunan untuk dijual di Pasar Paraman Ampalu setiap hari Rabu.
“Melalui realisasi proyek stimulus APBN 2026 ini, kami di jajaran legislatif berharap hubungan dagang dan silaturahmi yang sempat terputus bertahun-tahun bisa kembali pulih,” kata Sulaiman.
Di sisi lain, jajaran anggota dewan mencatat masih ada tantangan berupa sisa jalur sepanjang sekitar 7 kilometer yang perlu dituntaskan agar interkoneksi kedua wilayah benar-benar tersambung secara utuh. Terkait hal tersebut, DPRD Pasbar mendorong adanya komitmen kerja sama yang intensif dan sinergis antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat demi percepatan pembangunan di sisa jalur tersebut.(IT)














