DISDIK Gagal Alokasikan DAK SD 17 Talamau Siswa Belajar di Tenda Atap Terpal Lantai Tanah, Ini Kata Suardi

Pasbar, Shootlinenews. com

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Talamau, tepatnya di Jorong Timbo Abu, Nagari Simpang Timbo Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat rusak berat pasca dihoyak gempa bumi 25 Februari 2022 lalu.

Akibatnya dari itu dinding dan pondasi bangunan Sekolah inpres dulunya itu tidak bisa ditempati lagi, sehingga siswa-siswi dan guru terpaksa belajar mengajar diluar lokal, ditenda seadanya dilahan lapangan volly ball yang merupakan olahraga favorit Bupati Pasbar saat ini.

Lokal tenda darurat itu hanya ditopang tonggak batang pinang sebagian ada juga dari balok, dan dinding papan triplet itu tidak semuanya tertutupi, atapnya terbuat dari terpal dan berlantai tanah. Masih ada sampai sekarang. Silahkan ditinjau kalau tidak percaya kinerjanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Agusli menyampaikan pihaknya sudah usulkan pembangunan tempat menimba ilmu oleh 107 siswa -siswi tersebut sejak tahun 2022 lalu  untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah tersebut. Namun ketika verifikasi Faktual dana alokasi khusus DAK fisik tidak lolos bangunan barunya karena tidak ada tanah tersedia.

“Sehingga hal tersebut menyebabkan paket DAK untuk SD 17 Talamau GAGAL.
Informasi tersebut kita dapatkan ketika awal tahun 23 yang berarti setelah penetapan APBD 2023. Sebagai tindaklanjut kita usulkan rehabilitasi sebagian lokal pada APBD perubahan tahun 2023 ini. Mudah-mudahan dapat diakomodir TAPD dan Bapeda” imbuhn Agusli di Simpang Empat, Jumat.

“Kita pasti sama-sama berusaha. Karena ini juga tugas kami. Namun untuk DAK 2023 ini sepertinya tertolak oleh sistem program Krisna dari pusat. Sekarang juga kita tetap berusaha usulkan dengan lewat dana Alokasi Umum (DAU) perubahan” Pungkas Agusli.

Sementara sebelumnya. Dodi warga Pasbar mengungkapkan kekecewaan kinerja Bupati Pasbar dan OPD terkait karena lambannya penanggulangan pembangunan Sekolah SD 17 Talamau tersebut.

“Sudahlah dapat musibah gempa, dapat cobaan pula lambannya perhatian pemerintah” sesalnya.

“Sangat kita sayangkan perhatian pemerintah daerah Pasaman Barar terkait pendidikan di Pasaman Barat kurang perhatian seperti minimnya alokasi dana untuk pembangunan sapras di SDN 17 Talamau, sampai saat ini belum ada perbaikan sekolah itu” katanya

Ia mengatakan pembangunan gedung atau perbaikan sekolah hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah Pasaman Barat, termasuk Dinas Pendidikan setempat.

“Sudah hampir dua tahun belum ada pembangunan atau perbaikan gedung sekolah yang rusak pasca gempa oleh Pemerintah. Ini kan aneh, bagaimana untuk memajukan pendidikan di Pasaman Barat, turutama Kadis Pendidikan Pasaman Barat kalau tidak sanggup mundur saja,” ujar dodi penuh kekecewaan.

Sementara kepala sekolah Suardi menyampaikan harapan agar pembangunan SD 17 segera di prioritaskan.

“Harapan kita dari warga SDN 17 Talamau semoga kiranya DAK yang sudah disurvei itu agar bisa direalisasi secepatnya” harap Suardi.

“Perihal untuk penambahan lokasi sekolah kami sudah berusaha semaksimalnya namun belum ada hasilnya. Namun harapan kami kalau bisa lokasi yang ada untuk dapat di verikasi faktual ulang kembali, mana tau ada solusinya,” pungkas sembari mengirim photo sertifikat aset Sekolah milik Pemda Pasbar di kaki gunung Talamau daerah penghasil sayuran mayur dan ubi jalar ungu tersebut.

(DOLOP)