BERITA  

Enam Perempuan Muaro Pingai Kembali Bawa Bantuan untuk Korban Galodo Arosuka

SHOOTLINENEWS, SOLOK — Kepedulian terhadap warga terdampak bencana di Kabupaten Solok kembali datang dari masyarakat. Kali ini, enam perempuan asal Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, yang tergabung dalam Gemoy My Team, kembali menyalurkan bantuan sembako ke wilayah Arosuka.

Gerakan kemanusiaan tersebut dikoordinatori Gustia. Bantuan yang dibawa merupakan aksi sosial kedua yang dilakukan kelompok tersebut sejak bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.

Sembako diserahkan melalui Posko Utama Tanggap Darurat di Arosuka dan diterima langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Bagi Gemoy My Team, aksi tersebut tidak sekadar bentuk solidaritas. Mereka memiliki pengalaman langsung menghadapi bencana karena Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, juga termasuk wilayah yang terdampak bencana.

Pengalaman tersebut kemudian melahirkan dorongan untuk ikut membantu masyarakat yang kini menghadapi situasi serupa di Arosuka.

Semangat itu mereka ungkapkan melalui pepatah Minang, “Dek lah taraso, mangko maraso.” Artinya, karena pernah merasakan, maka tumbuh rasa untuk ikut merasakan kesulitan orang lain.

Sebelumnya, bencana hidrometeorologi juga melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kondisi tersebut memunculkan gelombang solidaritas dari berbagai kelompok masyarakat untuk membantu warga terdampak.

Gemoy My Team memilih mengambil bagian dalam gerakan tersebut dengan menghimpun bantuan dari lingkungan mereka dan kemudian mengantarkannya langsung ke posko penanganan bencana di Arosuka.

Kedatangan mereka menjadi gambaran bahwa solidaritas masyarakat dalam situasi bencana tidak mengenal batas wilayah. Warga yang pernah menjadi korban bencana turut mengambil peran membantu warga lain yang sedang menghadapi musibah.

Bagi enam perempuan Muaro Pingai tersebut, bantuan yang mereka bawa mungkin sederhana. Namun, pesan yang ingin disampaikan jauh lebih besar: ketika pernah merasakan sulitnya bencana, kepedulian kepada sesama menjadi sesuatu yang sulit untuk diabaikan. STK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *