Jacob Ereste: Pergerakan  Kebangkitan Spiritual Untuk Membangun Peradaban Batu Manusia di Bumi

  • Bagikan

JAKARTA | Ketika gerakan kesadaran dan pemahaman spiritual bisa menjadi masif di Indonesia, Eko Sriyanto Galgendu percaya masalah berbangsa dan bernegara untuk Indonesia dapat menuju puncak kejayaan yang nyata, melampaui  apa yang pernah digapai oleh Negarakertagama.

Sehingga bukan saja gemah ripah, toto tentrem, loh jinawi, kerta raharja dapat terwujud, tapi kesejahteraan yang berkeadilan, kenyamanan dan ketenteraman diharap dapat segera dinikmati oleh seluruh warga bangsa Indonesia di negeri yang kaya raya ini.

Ketimpangan kesejahteraan yang tidak adil dan tidak.merata itu, jelas akibat dari berbagai sumber penghidupan yang dikuasai dan dimomopoli oleh segelintir mereka yang saling berlomba memperkaya diri bersama kroninya tanpa hirau terhadap hak dan kepentingan orang lain.

Melalui laku spiritual yang digagas GNRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) ialah upaya untuk menata kembali cara hidup dan berkehidupan dengan sikap yang ugahari, tidak tamak dan tidak rakus, sederhana serta menjaga tata harmoni dengan sesama makhluk Tuhan serta segenap ciptaan Yang Maha Kuasa atas jagat raya ini.

Sikap tamak dan rakus telah menjadi sifat yang dianggap manusiawi, padahal semua itu bisa dikendalikan dengan ketaatan pada nilai-nilai etika dan moral seperti yang dimaksud dari akhlakul karimah.

Implementasi dari etika budaya yang telah banyak diajarkan atau bahkan diwariskan oleh para leluhur kita yang arif serta bijaksana, hendaknya dapat terus ditauladani sebagai bagian dari pusaka leluhur sehingga mampu mencapai masa keemasan, setidaknya seperti keunggulan para  leluhur pada jaman Mapahit dan Sriwijaya serta Negeri Sumudrat Pasai di masa salam.

Padahal, dengan segenap potensi dan kekayaan sumber daya alam dan budaya suku bangsa Nusantara dapat dipastikan  kegemilangan masa yang pernah dicapai oleh para leluhur kita itu dapat diperoleh, bahkan jauh bisa melampaui masa kegemilangan yang sudah-sudah.

Maasa berjayanya Gusti Prabu Siliwangi hingga Pangeran Senopati dan Raden Fatah hingga Kerajaan Kutai Kertanegara yang  dapat dijadikan model dalam upaya menata negara dan agama, sehingga dapat berjalan dengan baik dan selaras dalam tata hidup dan kehidupan rakyat yang sejahtera, adil, makmur dan aman serta nyaman harus bisa digapai untuk bangsa dan negara kita yang harus berhadapan dengan kompetisi yang dilakukan pihak asing dengan segala bentuk dan usaha mereka yang menganeksasi warga bangsa dan negara Indonesia sebagai satu diantara sedikit primadona di bumi yang subur serta kekayaan alam dan budayanya yang melimpah ruah.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana upaya membangkitkan gerakan kesadaran yang berbasis pada spititual segenap anak bangsa dari berbagai suku bangsa, agama serta beragam tradisinya yang khas dengan keatifan logal yang maha dakhsyat untuk menjadi manusia terunggul di dunia.

Karena kesadaran dari kebangkitan spiritual di dunia hanya akan bangkit dari Timur, yaitu Nusantara  yang bersatu dalan Negara Kesatuan Republik  Indonesia. Itulah sebabnya GMRI, kata Eko Sriyanto Galgendu mengambil inisiatif menjadi lokomotif penggerak agar segenal warga bangsa dan negara Indonesia dapat melakukan percepatan perubahan menuju tatanan yang lebih baik, lebih bermartabat untuk menjadi pelopor dari penerang jagat yang selama ini diselimuti oleh kabut kegelapan yang tidak menentu dalam menyongsong peradaban baru manusia di bumi.

Jakarta, 3 Februari 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *