Nasrani Indonesia International Institute Adalah Wadah Pencerahan Wawasan Kebangsaan Indonesia

  • Bagikan

DKI JAKARTA | SHOOTLINENEWS.COM — Beberapa bulan yang lalu ada pertemuan luar biasa antara beberapa anak bangsa di Gedung Yayasan Pendidikan Bangun Jln Lanji / Ali Sadikin Kel Papanggo Kec Tanjung Priok Jakarta Utara diantaranya; Roberto Bangun Sesepuh Suku Karo, Ken Setyawan Pendiri NII Center, Robinson Togap Siagian Presiden Organisasi Nasrani Indonesia ( ONI) Yayasan Suara Nasrani Indonesia Sertifikasi Sekolah Alkitab Dunia – World Bible School( WBS), Pdt Daniel Suku Timor serta Endro Putra Suku Sunda Guru Sekokah SMK Global Yay Pendidikan Bangun DLL

Sebelum Pertemuan sederhana bernaas berbahagis itu, Roberto Bangun Pembina Yayasan Pendidikan Bangun Guru Bangsa Pegiat Pancasila mengajak Ken Setiawan mantan Panglima Negara Islam Indonesia( NII) meresmikan Monumen Bhineka Tunggal Ika dan Patung Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional Indonesia di depan bangunan SMK Global Yayasan Pendidikan Bangun.

Robinson Togap Siagian putra Batak AcehvKelahiran Kota Meulaboh Aceh Barat Caleg DPRRI PPRN Tahun 2009 Dapil Depok Bekasi Pengikut Soekarno anggota Politikus PDIP melihat pertemuan itu bukanlah perkumpulan biasa biasa.

Robinson Togap Siagian Pengarang Buku Digital CDR bertajuk Negara RI Kontra NII Dahulu Sekarang Dan Masa Akan Datang menyatakan pertemuan itu sungguh sangat berbobot sungguh sangat besar membangun wawasan kebangsaan bangsa Indonesia, tiada sisialah menghadirkan sosok figur Ken Setiawan Direktur NII seorang radikal ektrimis yang semula ingin meruntuhkan Negara Republik Indonesia berideologi Pancasila.

Dalam pencerahannya pada silahturahmi pertama sehari di lembaga pendidikan bersejarah itu memberikan pencerahan pemikiran bahkan peradaban baru bahwa negara Pancasila Republik Indonesia adalah sebuah negara damai ( darusalam) , bukan negara yang harus diperangi( darulharb).

Metode perang semesta yang dilakukan oleh anasir nii tidak ada tempatnya lagi di bumi Indonesia.Kader politikus model aktipis parpol agama, khilafah dan ikwanul muslim, mujahid serta gerakan teroris lainnya disadarkan, ditobatkan supaya melangkah kearah rel perjuang bangsa dalam upaya membasmi musuh bersama.
Seluruh tekad ( jihad) diarahkan memusnakan ketidak adilan, kemiskinan, penjahat , pelanggar hak hak, pencuri uang rakyat.

Dia bilang seluruh elemen bangsa harus bersatu mendampingi, mendorong birokrasi negara sipil militer untuk tegas menegakkan hukum nasional, agama, adat, niaga dan profesi secara koskwen tampa pandang ras, tiada diskriminasi.

Dia menyatakan ulang kembali bahwa ideologi Pancasila sudah final adalah paham perekat pemersatu bangsa yang tidak perlu dibenturkan dengan iman agama dogma ibadah budaya adat istiadatvdan karakter warga negara Indonesia
Warga Republik Indonesia adalah rakyat yang beriman , berbeda beda suku bangsa , berstatus bhinekabtunggal ika.
Itulah kekayaan utama modal sosial rakyat Indonesia

Robinson Togap Siagian usai pertemuan itu mengusulkan kepada Roberto Bangun Ketua Relawan Bhineka Tunggal Ika Pilpres Dua Priode Jokowi untuk menindaklanjuti pertemuan itu bersifat pelaksaannya di tengah Rakyat.

Salah satu gagasan Robinson Togap Siagian kepada Roberto Bangun Editor Buku Kumpulan Peraturan Perundangan berfaskan Pancasila Berjudul Pancasila Sumber Dasar Hukum Menyebut Pancasila Harga Mati mendirikan sebuah institusi nomenkelatur Nasrani Indonesia Internasional Institut( NIII) sejalan dengan gerakan NII Center yang dipinpin oleh Ken Setyawan.
Alasan Robinson Togap Siagian mendirikan NIII karena umat nasranilah yang tidak melaksanakan ideologi Pancasila.
Gerakan Kristen Liberal adalah kaum radikalis telah berhasil menggantikan ideologi bangsa..
Mereka tidak melakukan gerakan teror , bom bunuh diri, penggal kepala .

Tapi para pendeta , mahasiswa, pemusa politikus aktifis warga gereja sukses membangun ideologi individu , kerakusan, hedousme, konglomerasi serta kejahatan manipulatif lainnya.

Selama ini hanya disoroti radikalisme menguasai birokrasi sipil militer, perekonomian dll.
Ekonomi nasional dikkuasai segelintir pemilik uang model konglomerat Ciputra, Sodomo Salim, Prabowo, DLL.

Dengan keberadaan Nasrani Indonesia Internasional Insitut( NII) dan Negara Islam Indonesia Center( NII Center) salung bersinerji, tukar informasi dapat mengadakan aliansi, aksi bersama untuk mencerahkan bangsa sekaligus mengawal Negara Pancasila Republik Indonesia dari kepungan ideologi radikal muslim, kristen , hindu budha dan konghucu dll, khusus saparatisme..
Ideologi yang sudah merusak generasi melenial serta mengancam keutuhan
Negara Republik Indonesia

( Tajuk pers maya ditulis oleh Robinson Togap Siagian Ketua Umum Yay LBH Pers Indonesia- Yay Kampus Digital Pancasila melalui surel: kantorberitakorando@ gmail.com _ klik : medsos _ facebook _ campuspancasila_robinson togap siagian_ portal www.kampusdigitalpancasika.con.epaper_ surat kabar korando.)

Penulis: RTS | LBH PERS INDOEditor: RD
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *