Perkuat Sekolah Penggerak SMA Negeri 2 Lintau Buo Gelar IHT Terhadap Guru Secara Luring

  • Bagikan

SHOOTLINENEWS.COM | TANAH DATAR – SMA Negeri 2 Lintau Buo menjadi salah satu sekolah terpilih yang akan melaksanakan Program Sekolah Penggerak dimana program ini merupakan salah satu Kebijakan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (Kepala Sekolah dan Guru).

Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang akan menunjang suksesnya Program Sekolah Penggerak ini, SMA Negeri 2 Lintau Buo melaksanakan Pelatihan Kompetensi berupa In House Training Secara Luring untuk Kepala Sekolah dan Pendidik demi terciptanya SDM yang unggul. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas Kepala Sekolah dan Guru berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.Pembukaan dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat Drs.Asricun,M.M.Pd,Pengawas Sekolah Satuan Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Nelfi Yetriati,M.Pd dan Ketua Komite  Jhon Hendriyani,S.Ag di Ruang Majelis Guru , Senin ( 05-07-2021 ).

Kepala SMA Negeri 2 Lintau Buo  Dra .Irda Suryani.MM menyampaikan rasa bangga dengan terpilihnya SMA Negeri 2 Lintau Buo sebagai salah satu Sekolah Penggerak di Sektor Wilayah Provinsi Sumatera Barat . Beliau menambahkan dengan terpilihnya sebagai Sekolah Penggerak, maka nantinya SMA Negeri 2 Lintau Buo  akan menjadi Penggerak untuk sekolah lainnya dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. oleh karena itu, sekolah terus meningkatkan kualitas SDM demi mendukung tercapainya tujuan sebagai sekolah penggerak. salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Kegiatan Pelatihan-Pelatihan Kompetensi diberbagai Bidang Mata Pelajaran.

Pelatihan In House Training akan dilaksanakan selama 10 Hari sacara Luring (Tatap Muka) dengan mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 melaksanakan 3 M .IHT dilaksanakan  dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Pendidik dari berbagai Mata Pelajaran yang didukung dengan Instruktur, Fasilitator, dan Pendamping yang Profesional.

Dalam sambutanya Kepala SMA Negeri 2 Lintau Buo Dra.Irda Suryani.MM mengatakan bahwa Program Sekolah Penggerak merupaka upaya untuk mewujudkan Visi Pendidkan Indonesia Maju dan Berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar Kritis,Keaktif,Mandiri,Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia bergotong royong dan berkemerdekaan global.Jadi itu semua yang akan dikupas selama 10 hari pada kegiatan IHT ini.Jelas Irda Suryani.

Pada kesempatan ini juga Irda Suryani melaporkan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Drs.Asricun.M.M.Pd, bahwa SMA Negeri 2 Lintau Buo tahap demi tahap mulai dari awal bulan Maret mengikuti tahap satu Kepala Sekolah , baik itu pengerjaan tugas esai nya , ujian TPA dan Alhamdulillah lulus dan maju ketahap dua adalah tes PBM cara mengajar dan Tes wawan cara selama 2 jam, Alhamdulillah tahap dua dinyatakan lulus dari 10.000 peserta pertama se-Indonesia dan akhirnya untuk tingkat SMA sebanyak 382 sekolah dan SMA Negeri 2 Lintau Buo salah satunya yang lulus dari delapan sekolah yang mengikuti di Kabupaten Tanah Datar . Untuk di Cabdin Wilayah IV ada empat sekolah yang mengikuti Progam Sekolah Penggerak ini.Tahap berikutnya adanya komite pembelajaran dengan adanya guru-guru bidang studi untuk mapel kelas X ( Sepuluh ) telah mengikuti pelatihan dan diberi penguatan mulai dari tahap satu,tahap dua , tahap tiga dan hari ini tahap empat yang berakhir yaitu mata pelajaran KWN dan Bahasa Inggris. Tutur Irda Suryani.

Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah juga telah mendapatkan pelatihan tersebut , untuk langkah selanjutnya sekolah harus mengadakan IHT yang melibatkan guru –guru yang mana dari Komite Pembelajaran sebanyak 13 Orang ditambah 16 orang Guru yang diberikan imbas, yang mana dari IHT nanti adalah adanya kurikulum operasional penggerak .Kegiatan IHT ini dilaksanakan serentak di Provinsi Sumatera Barat dari tanggal 5 s.d 13 Juli 2021 , IHT ini dilaksanakan   dengan tiga cara ada daring, luring dan daring dan luring. Di SMA Negeri 2 Lintau Buo melaksanakan IHT tersebut secara luring karena kondisi SMA Negeri 2 Lintau Buo tidak ada yang terpapar Covid -19  semua Staf dan pegawai telah melaksanakan dua kali Vaksinasi, dengan melaksanakn prokes, untuk kegiatan daring nanti pada saat free test dan post tes nya.  Materi dalam IHT ini akan diberikan oleh panitia yang telah mengikuti pelatihan Komite Pembelajaran sebelumnya, peserta nantinya akan diberikan tugas mandiri dan kelompok .Jadi nantinya masing –masing mata pelajaran  akan mengerjakan tugas  kelompok sesuai dengan apa yang didapat dan harus dikembangkan sesuai dengan kondisi disekolah ini , kita harus berpihak kepada siswa , bagai mana karakter siswa yang berbeda merupakan tugas dari sekolah Penggerak untuk menyampaikan PBM dengan Sekolah Penggerak ini , muda – mudahan sebagai SMA Negeri 2 Linau Buo ini sekolah yang melaksanakan Sekolah Penggerak ini  di kabupaten Tanah Datar akan membawa sekolah ini lebih  maju dari kondisi yang sebelumnya.Jelas Irda Suryani.

Sambutan dan arahan Pengawas Sekolah Satuan Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Nelfi Yetriati,M.Pd dalam sambutanya menjelaskan sesuai dengan yang di informasikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Lintau Buo bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan mulai dari tahap awal  sampai hari ini dan itu pengimbasan dari guru – guru yang telah mendapatkan pelatihan – pelatihan selama sepuluh hari itu di imbaskan terutama kepada guru – guru yang belum mendapatkan pelatihan itu .Muda – mudahan setelah kita kegiatan IHT ini segala sesuatunya akan kita aplikasikan di dalam proses pembelajaran sehingga tercapailah profil pelajar pancasila yang enam dimensi yang telah disampaikan oleh Kepala Sekolah sebelumnya.Dalam Program Sekolah Pengerak ini dituntut bagaimana kita bertutur kata , bersikap kekarakter kita dalam kehidupan sehari –hari nantinya .Semoga apa yang kita laksanakan itu ke enam dimensi tadi dapat terwujud sebagai Sekolah SMA Negeri 2 Lintau Buo menjadi sekolah penggerak kedepannya ,yang akan bergerak terus menerus yang harus Muf On semuanya baik itu guru,kepala sekolah, pengawas dan semua kita.Komite seklah kita berkolaborasi, berkoordinasi sehingga tiga tahun  kedepan yang sekolah kita hari ini level satu muda-mudahan naik menjadi level empat.Ungkap Nelfi Yetriati.

Hal senada juga disampaikan Kepala Cabdin Wilayah IV Drs.Asricun.M.M.Pd dalam sambutanya sekaligus membuka secara resmi kegiatan IHT Sekolah Penggerak,setelah ditetapkanya SMA Negeri 2 Lintau Buo sebagai Sekolah Penggerak , terutama di Wilayah IV ada sebanyak delapan sekolah penggerak, yang delapan itu ada 4 SMA , 2 SMK dan  2 SLB tentu ini menjadi peluang bagi orang  -orang  yang kreatif  buat menyusun strategi pekerjaan,Bapak dan Ibu yang terlibat dalam Sekolah Penggerak jangan berfikir Program ini menjadi beban untuk Bapak dan Ibu, karena segala sesuatu kebijakan yang dimabil oleh pemerintah pasti ada tujuan serta solusinya . Saat ini yang perlu disampakan kepada Bapak – Ibu untuk Sekolah Penggerak untuk struktur jam menjadi 32 Jam dari 42 Jam  itu menjadi berkurang , maka harus kita syukuri .Jelas Asricun .

Saat ini dalam Program Sekolah Penggerak kita akan menghadapi yang namanya kurikulum yang disempurnakan dalam menghadapi permasalahan kedepan untuk menghadapi peserta didik dimasa pandemi Covid-19 tetapi bukan saja dimasa pandemi kita harus merobah cara belajar, cara mengajar peserta didik harus kita robah , muatanya harus diperbaiki,catatan minimalnya sampai dimana.Profil Pancasila ini bukan hal yang baru, karena sejak Undang –Undang Disdik Pendidikan kit abaca dari kurikulum 75,kurikulum 84,kurikulum 94 ,dan  kurikulum 2013 semua tujuanya yang pertama sekali orang – orang , masyarakat atau anak-anak yang bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa . Disini kita bisa menegaskan dan konsisten pemerintah kita atau kita sendiri benar Pancasila itu kita laksanakan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penyusunnya,atau kita robah dengan bentuk jalur lain ini menjadi pertanyaan ,kit abaca sila –sila pertama sampai ke lima , kalau dulu menurut sejarahnya guru PKN membaca berketuhanan menjalankan syariat dengan begitu toleransinya para pemimpin watu itu agar tidak dibilang hitoleran maka diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.Jadi sejak pertama awal kemerdekaan sudah diatur ujungnya walaupun ditempatkan di belakang, tetapi ujungnya itu menuntut cerdas,terampil.Artinya puncak dari seluruh masalah pendidikan ini orang – orang yang berketuhanan yang maha esa . Ungkap Asricun

Asricun juga mengajak kepada Bapak dan Ibu untuk sama –sama berniat melaksanakan Program Sekolah Penggerak, kalau diawali dengan niat yang baik maka akan diredhoi oleh Allah SWT , tetapi kalau hanya sekedar mengganti kedok kita akan melihat lima tahun lagi pada tahun 2024 akan berubah lagi. Untuk itu kita harus yakin, kalau kita yakin sesuai dengan sila yang pertama ketuhanan yang maha esa itu akan membentuk manusia, dan kita pendidikan memanusiakan manusia,membangun profesi yang tersembunyi agar menjadi manusia .Dan siap yang bisa memupuk rasa persatuan yang tinggi , orang – orang yang adil dan beradab.Kapan rasa persatuan itu diciptakan apabila orang – orang bisa berlaku adil dan beradab.Dengan konsep Ke Bhineka Tunggal Ika  berbeda  -beda tapi dalam satu bingkai , intinya kita harus menghargai perbedaan bukan menyamakan suara . Kita harus berbeda contohnya keaneka ragaman adat minang itu bagai mana, jawa bagai mana, dasar itulah orang memperbaiki kurikulum .

Sebelum menutup sambutan dan membuka kegiatan IHT Sekolah penggerak Asricun berpesan Bapak dan Ibuk dalam konsep pembelajaran harus  bermusyawara untuk merumuskan apa yang ingin dicapai oleh peserta didik , tidak ada lagi ego dari masing- masing guru mata pelajaran .Maka itulah yang menjadi dasar oleh kementerian untuk melaksanakan konsep kolaborasi baik antar guru mata pelajaran ataupun lintas mata pelajaran , untuk kedepanya guru – guru akan mengenal modul dan RPP itu akan hilang . Mengapa modul karena bahan bacaan modul saat dibaca oleh peserta didik akan paham langkah – langkah yang akan dilakukan, berbeda diktat dengan modul, jadi Bapak dan Ibuk harus memperkuat bagai mana bahasa modul.Maka memperkuan kemajuan belajar peserta didik dianjurkan pembelajaran dikemas dengan prokjek Desk Learning Bapak dan Ibu tanpa sadar melakukan berbagai strategi pembelajaran .Contoh mengapa munculnya projek karena berdasarkan masalah yang ada , kira – kira hidup kita kedepanya mau diapakan , pemenuhan kebutuhanya bagaimana .Saat bicara pemenuhan kebutuhan manusia pasti melihat dari permasalahan .Ajak Asricun .

Untuk itu laksanakanlah semua tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, karena keberhasilan SMA Negeri 2 Lintau Buo , bukan karena kepala sekolahnya, bukan karena gurunya saja, bukan kareana TU nya,Pengawasnya , dan bukan karena peserta didiknya , akan tetapi keberhasilan itu adalah keberhasilan bersama saat kita  melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.Kepala Sekolah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai Menejerial,Supervisor,Kewirausahaan,Guru Melaksanakan tugas fugsinya sebagai pelaksana,perencanaan dan evaluasi melihat ketercapaian kompetensi peserta didik, Tata Usaha fungsinya bagaimana administrasi kepegawaian,penatausahaan berjalan dengan baik.Semoga kegiatan Bapak dan ibu di redhoi oleh Allah SWT dengan Berkat  Allah SWT dan kita semua kita buka secara IHT Sekolah Penggerak SMA Negeri 2 Lintau Buo dengan mengucapkan BismillahirrohmanirrohimMencoba  menyelesaian masalah rumit   dengan berfikir sederhana,kalau kita berfikir rumit menyelesaikan masalah rumit maka kita akan mendapat kebutuhan, ternyata kita diciptakan dengan sederhana maka harus berfikir sederhana tapi menyelesaikan masalah yang tidak sederhana. Maka apa yang sebenarnya, jadi masalah itu adalah di dunia ini kita belum mampu menyelesaikan suatu masalah dengan masalah yang benar .Contohnya Covid- 19 adalah masalah tapi apakah kita telah menyelesakan masalah itu dengan benar itulah tantangan kita .Jadi masalah itu sendiri perlu kita selesaikan dengan cara masalah lain. Tegas Asricun.

 

Penulis: ROMA FITRA | KORLIPEditor: RF3P
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *