KORAMIL 01 PBU | Dalam upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan lingkungan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 01 Padang Barat-Utara, Sertu Bastian, melaksanakan koordinasi bersama Kasi Trantib terkait penataan dan pengawasan pedagang kaki lima di wilayah setempat, Senin (19/05/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh pembahasan serius mengenai kondisi lapangan, khususnya aktivitas pedagang kaki lima yang mulai memadati sejumlah titik fasilitas umum dan badan jalan. Kehadiran Babinsa menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap situasi sosial masyarakat.
Sertu Bastian menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting dilakukan agar setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan pendekatan humanis dan musyawarah. Menurutnya, keberadaan pedagang kaki lima perlu ditata dengan baik agar roda ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Dalam pertemuan tersebut, Kasi Trantib juga menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi lapangan serta perlunya pengawasan bersama agar tidak terjadi pelanggaran aturan maupun potensi gangguan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Sertu Bastian menegaskan bahwa Babinsa akan terus hadir mendampingi pemerintah kelurahan dalam setiap upaya menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama dengan tetap mengedepankan komunikasi yang baik.
Menurutnya, pendekatan persuasif menjadi langkah utama dalam menyikapi persoalan pedagang kaki lima. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan para pedagang dapat memahami aturan tanpa merasa dirugikan.
Kegiatan koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Babinsa Koramil 01 PBU dalam memperkuat sinergitas bersama aparatur pemerintah dan unsur terkait lainnya di wilayah.
Plh Danramil Koramil 01 PBU Kapten Arm Junardy mengatakan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi dalam setiap persoalan sosial yang berkembang di lingkungan warga.
“Babinsa harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, hadir dengan pendekatan humanis, membangun komunikasi serta menjaga hubungan baik dengan seluruh unsur pemerintahan maupun warga binaan,” ujar Kapten Arm Junardy.
Dengan adanya koordinasi tersebut, diharapkan penataan pedagang kaki lima dapat berjalan lebih tertib, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Catatan Redaksi:
TNI UNTUK RAKYAT bukan sekadar slogan, melainkan wujud nyata pengabdian prajurit di tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa dalam setiap persoalan sosial menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir membantu pemerintah dan masyarakat demi terciptanya keamanan, ketertiban, serta keharmonisan lingkungan secara humanis dan penuh tanggung jawab.
WYNDOEE













