DAERAH  

Wujudkan Mitigasi Inklusif, Pertamina EP Rantau Field dan BPBD Aceh Tamiang Gandeng ORARI Bina 21 Relawan Difabel

Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina EP Rantau Field bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang menggandeng Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang untuk membekali kapasitas komunikasi radio bagi 21 relawan difabel yang tergabung dalam Satuan Tugas Difabel Siaga Tanggap Bencana dan Berdaya (Satgas DIGDAYA).

Langkah sinergis ini diambil guna memperkuat kesiapsiagaan bencana yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya saat menghadapi kondisi darurat kebencanaan.

Perwakilan CSR Pertamina EP Rantau Field, Yosia Cesio, menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam memfasilitasi serta menyediakan perangkat radio komunikasi bagi seluruh anggota Satgas DIGDAYA. Hal tersebut melengkapi pembekalan teknis dan taktis lapangan yang sebelumnya telah diberikan oleh BPBD Aceh Tamiang.

“Teman-teman difabel telah dibekali pemahaman SOP, peta bencana, hingga pendirian tenda oleh BPBD. Kini, bersama ORARI Lokal Aceh Tamiang, kami ingin melengkapi mereka dengan kemampuan komunikasi radio,” ujar Yosia dalam koordinasi lintas sektor tersebut.

Sebelumnya, Satgas DIGDAYA telah mendapatkan serangkaian pelatihan intensif dari BPBD Aceh Tamiang, mulai dari penyusunan SOP mitigasi banjir dan tanah longsor yang ramah difabel, pemetaan jalur evakuasi di Kampung Paya Meta, edukasi Emergency Bag, interpretasi Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), hingga simulasi pendirian tenda pengungsian.

Perwakilan ORARI Lokal Aceh Tamiang, Nanang Suryono (YD6AAS), menjelaskan pentingnya penguasaan frekuensi radio (VHF/UHF) sebagai sarana komunikasi utama ketika jaringan telekomunikasi seluler mengalami pemadaman (blackout) atau berada di area yang tidak terjangkau sinyal (blank spot).

Sebagai kelanjutan dari program ini, para anggota Satgas DIGDAYA dijadwalkan akan mengikuti pelatihan penggunaan perangkat radio, etika berkomunikasi (operating procedure), hingga regulasi frekuensi. Pelatihan ini juga dirancang sebagai langkah bagi para relawan difabel untuk terdaftar secara resmi sebagai anggota ORARI Lokal Aceh Tamiang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Tamiang, Juli Darmabakti (YD6AZC), menyambut positif kolaborasi terpadu tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif ORARI Lokal Aceh Tamiang menyempurnakan penerapan konsep kolaborasi pentaheliks dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Penulis: Ryu R.FEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *