BUMNAG Sumber Baru, Jadi Utusan Pasbar Dalam Lomba Magot Tingkat Provinsi Sumbar

Pasaman Barat, Shootlinenews com

Tim penilai Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) tingkat Provinsi Sumbar, kunjungi Nagari Koto Baru dalam rangka lomba BUMNag se Provinsi Sumatera Barat.

Saikul Ikhwan sebagai ketua BUMNag Nagari koto baru,memaparkan Bumnag Sumber Baru yang bergerak di bidang budi daya magot yang mana menjadi utusan Kabupaten Pasaman Barat dalam perlombaan BUMNag berprestasi se Sumatera Barat.

Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Randy Hendrawan saat mendampinggi tim penilai dari Provinsi Sumatera Barat.

Berawal dari sampah yang dipandang sebelah mata bagi sebagian besar masyarakat, namun di tangan BUMNAg Nagari Koto Baru justru menjadi sesuatu yang berguna serta memiliki nilai ekonomis.

“Kedepanya kita akan melaksanakan program di nagari, Bersih kawasan sampah (BERKAH),” terangnya

Kemudian ia juga menambahkan magot bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan atau unggas dan sekaligus ini menghemat biaya pakan yang tidak murah.

Hal ini juga sejalan dengan bagaimana Upaya pemerintah daerah untuk meminimalisir beban sampah dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dengan memanfaatkan limbah sampah yang ada yang tentunya dimulai dengan pemanfaatan sampah rumah tangga agar menjadi bernilai ekonomis tinggi.

Maggot tidak hanya menjadi solusi dalam pengelolaan sampah, tetapi mejadi solusi untuk pupuk pertanian maupun pakan ikan. Selain itu larva tersebut dapat terjamin ketersediannya setiap saat.

Harganya juga relative murah dibanding sumber protein lainnya, dengan demikian dapat menekan biaya pakan dalam industry peternakan, yang berkontribusi sekitar 70 – 75 persen dari total biaya produksi.

Saat ini, pengembangan budidaya maggot di Provinsi Sumatera Barat yang sangat di dukung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat tentunya sangat diapresiasi oleh pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Usaha maggot sangat cocok di lingkungan rumah tangga bahkan sampai kepada kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Maggot dalam prosesnya akan memakan sampah organik yang akan sangat membantu mengurangi sampah secara signifikan mengingat komposisi sampah di Pasaman Barat juga sangar besar.

Sangat banyak manfaat yang akan dirasakan dengan budidaya maggot diantaranya meningkatnya pendapatan dan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Dalam mencapai SDGs Desa tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab atas konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan dan ekonomi tumbuh merata,

keberadaan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) mempunyai peran penting dan sangat strategis dan diharapkan mampu menstimulasi dan menggerakkan roda perekonomian di nagari. Maggot dapat menjadi salah satu unit usaha BUMNAG.

“Alhamdulillah BUMNAG Sumber Baru Nagari Koto Baru sudah menjadikan Budidaya Maggot sebagai salah satu Unit usaha BumNagnya,” ungkapnya

Selain itu Unit Usaha Budidaya Maggot perlu dikuatkan pada BUMNAG nya salah satunya dengan penyertaan modal pemerintah nagari Kepada BumNag dalam pengelolaan sampah organik.

Dengan keuntungan yang tinggi yang didapatkan dari Pengelolaan Maggot oleh BumNag maka pendapatan asli nagari (PAN) dari budidaya maggot juga akan semakin tinggi sehingga uang di nagari pun akan semakin banyak.

Lomba budidaya maggot ini adalah bukan hanya pencapaian kemenangan semata yang ingin dituju, tetapi lebih kepada menghadirkan secara utuh peran dan fungsi Masyarakat dalam rangka pengelolaan sampah di nagari bekerjasama dengan BumNag sehingga keberadaan BumNag dapat meningkatkan taraf ekonomi Masyarakat secara optimal dalam program pemberdayaan nagari termasuk dalam rangka pengelolaan sampah yang terkelola dengan manajemen yang baik.

Kedepannya pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berhadap dengan keberadaan unit usaha pengelolaan sampah, maka masyarakat nagari bersama Badan Usaha Milik nagari dapat sebagai motor penggerak perekonomian nagari menuju Masyarakat yang BERKAH (Bersih Dari Kawasan Sampah) guna terwujudnya Kabupaten Pasaman Barat yang maju dan Sejahtera.

Ia menyebutkan kedepannya PKK Pasaman Barat akan terus membina masyarakat untuk lebih baik dan maju di bidang apapun itu.

Selain itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Randy Hendrawan mengatakan prestasi hari ini didapatkan atas kerja sama dan dukungan semua pihak.

“Untuk pembinaan nanti didukung oleh alokasi dana nagari dan kami akan membuat perencanaan yang lebih maksimal kedepannya lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan di Badan Usaha Milik Nagari Sungai Aua Madani contohnya berhasil menciptakan budi daya maggot dengan menggunakan dana nagari.

Menurutnya badan usaha itu dengan mengelola sampah organik dengan menggunakan maggot yang berkesinambungan.

“Memproduksi maggot secara massal untuk mengurangi modal pakan ternak yang ada. Usaha ini akan terus kita kembangkan untuk mengurangi beban para peternak,” tutupnya.

(Ari)