Korban Gempa Pasbar Malamang Basamo “Menebar Empati, Perkuat Silaturahmi untuk Membentuk Pribadi yang Peduli dan Ringan Berbagi”

Pasbar, Shootlinenews.com

Sekitar 100 warga korban gempa Timbo Abu Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Makan Barangin Jalan 32 Simpang Empat Pasaman Barat,  Senin siang (9/10/2023).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun  1445 Hijriyah/2023 M tersebut, dengan menghadirkan penceramah Ustadz Salmidas dengan tema “Menebar Empati, Perkuat Silaturahmi untuk Membentuk Pribadi yang Peduli dan Ringan Berbagi”

Acara yang di prakarsai oleh Imam Jendri dan Dolop peringatan kelahiran Nabi Muhammad  12 Rabiul Awal tersebut, dihadiri Zulkenedi Said, Rommy Candra, Sifrowati, Ahmega Melis, Kemal Patjar merah, Tri tegar Maruri, dan awak media Pers mengapresiasi masyarakat Timbo Abu Nagari Kajai dan sekitarnya yang melaksanakan syiar Agama Islam atau peringatan hari besar Islam.

“Meski dalam kondisi berduka dan masih menunggu bantuan dari pemerintah mereka tetap ingin melaksanakan peringatan hari besar Islam. Kita do’akan mereka selalu sabar dan istiqamah menjalankan ajaran agama Islam,” ujar Imam Jendri.

Ustadz Salmidas dalam tausiyahnya meminta masyarakat agar mentauladani sikap hidup Nabi Muhammad sebagai suri tauladan umat Islam se dunia.

“Akhlak Nabi Muhammad yang terkenal dengan jujur,  yang digelari dengan Al-Amin tersebut, perlu ditauladani umat sekarang ini,” katanya.

Dia mengharapkan semua umat yang  beriman kepada Allah SWT agar lebih mempelajari kembali sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW sehingga sukses menyebarkan Islam ke seluruh dunia dengan akhlak yang mulia.

“Akhlak Rasulullah luar biasa, sehingga beliau disegani oleh kawan dan lawan, akhlak beliau lah yang patut kita tauladani. Akhlak beliau adalah Alquran, dan ikhlas beramal kebaikan” ujar Salmidas.

Dia menyebut dengan momentun Maulid Nabi Muhammad ini diharapkan umat Islam agar mentauladani hidup Rasulullah yang berpandukan Alquran dan Sunnah sehingga keimanan masyarakat  akan bisa  meningkat. Baik dalam melaksanakan ibadah maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat Nabi Muhammad akhlaknya  sangat mulia.

“Kepada kita semua juga harus  menjaga hubungan dengan Allah dan menjaga hubungan dengan manusia, sehingga hidup kita bisa selamat dunia dan akhirat,” kata Salmidas.

Masendi koordinator acara Maulid Nabi, menyebutkan, bahwa momentum Maulid Nabi ini diharapkan sebagai ajang menjalin kekompakkan dan silaturahmi sesama warga Kajai korban gempa dan masyarakat Pasaman Barat pada umumnya.

“Malamang” Kearifan Lokal

Sebelum dilaksanakan tausiah, warga secara bergotong royong membuat ratusan batang  “Lamang” yang dibakar dengan api bara.

Lamang adalah panganan khas Sumatera Barat nasi pulut diberi bumbu santan, kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang sudah ada daun pisangnya, kemudian di bakar sekitar 2 jam dengan bara api. Kemudian  dihidangkan  dengan durian. Rasanya sangat enak sekali bagi pecinta durian.

Warga setempat di Pasaman Barat, Minangkabau umumnya, pada  bulan Maulid ini sudah terbiasa “Malamang” secara bergotong royong sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT ke muka bumi ini memperbaiki akhlak manusia yang jahil.

Masyarakat menyebut kelahiran Nabi Muhammad 12 Rabiul Awal tersebut, dengan bulan Maulid. Suatu budaya  kearifan lokal yang mesti dilestarikan dan dipertahankan di Sumatera Barat.

(Dolop)