Pasbar, Shootlinenews.com
Memastikan obat dan makanan aman di konsumsi merupakan faktor penting bagi masyarakat. Sehingga diperlukan pemahaman dan pengetahuan tentang kemasan, Label , Izin edar, dan kadaluarsa.
Hal ini disampaikan oleh Ade Rezki Pratama anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi Gerindra di aula kantor bupati setempat. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan edukasi dengan menggandeng Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BBPOM) Padang bersama tokoh masyarakat itu dibuka oleh Wakil Bupati Hamsuardi, Ketua DPRD Pasbar Erianto, anggota DPRD, kepala OPD terkait dan stakeholder lainnya.
Ade Rezki Pratama menjelaskan jika obat dan makanan sangat penting diperhatikan oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat mengkonsumsi obat yang tidak memenuhi standar dan tidak melewati BBPOM.
“Saat ini banyak beredar obat palsu dan kadaluarsa di tengah masyarakat. Karenanya penting masyarakat tahu tentang obat-obatan terlarang dan yang telah kadaluarsa, agar masyarakat tidak salah memakai dan membeli obat,”katanya.
Ia melanjutkan, untuk memastikan itu silakan Cek KLIK ( Kemasan Label Izin edar dan Kedaluarsa). Jika masyarakat salah dalam membeli obat, hal ini dapat berakibat fatal. Karena tidak semua obat dapat di gunakan dengan bebas, karena sebagian obat tertentu perlu menggunakan resep dokter,
“Bahkan juga beredar obat yang telah kadaluarsa, ini kan sangat berbahaya, kita membeli obat agar sehat dari penyakit. Tapi kalau obat kadaluarsa yang kita beli, bukannya sehat kita tambah sakit jadinya,” kata Ade Rezki Pratama.
Ade menyampaikan karena itulah Ia ingin berbagi informasi dengan masyarakat. Agar masyarakat tahu jenis- jenis obat dan kapan masa obat itu kadaluarsa. Sehingga masyarakat dapat membedakan mana obat yang layak pakai dan tidak.
Sementara itu, Wakil Bupati Risnawanto menyambut baik kegiatan tersebut. Karena bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tahu tentang obat dan makanan.
“Kami juga berharap Bapak Ade Rezki Pratama memberikan anggaran dana aspirasi yang dialokasikan ke Kabupaten Pasaman Barat. Tentunya kemitraan ini terjadi dengan baik untuk masyarakat Kabupaten Pasaman Barat juga,”katanya.
Dana aspirasi Ade Rezki Pratama yang dialokasikan untuk Kabupaten Pasaman Barat di tahun 2023 mencapai Rp3,4 miliar untuk 16 titik. Itu berupa pembangunan jalan kelompok tani, jalan usaha tani, irigasi yang ujungnya untuk ketahanan pangan di bidang pertanian.
“Karena anggaran daerah terbatas untuk sosialisasi dan mendukung pangan,”katanya.
(ARI)














