PADANG | SHOOTLINENEWS.COM — Mantan Walikota Padang Dr. Fauzi Bahar Menolak dan Mengecam Keras SKB Tiga mentri tentang aturan yg tercantum dlm surat keputusan bersama 3 mentri yang menyatakan Pemda maupun Sekolah tidak diperbolehkan untuk mewajibkan atau melarang murid mengenakan seragam beratribut agama.
Hal Tersebut di katakan Fauzi Bahar yang juga mantan LGBT (Lelaki Ganteng Bekas Tentara) ini ketika Mengundang Bersilaturahmi dengan Awak Media disalah satu rumah makan terkemuka di kota Padang, selasa (09/02/2021).
Menurut Fauzi Bahar menyangkut persoalan pemakaian Jilbab disekolah yg terjadi di SMK 2 menjadi Berita Nasional dan mejadi viral di Media sosial menjalar ke Daerah kabupaten/Kota sampai kepada guru-guru, kepala Dinas dan Pemeritah Daerah.
Fauzi Bahar juga menyebutkan, SKB 3 mentri itu tidak sesuai dengan aturan dan kearifan lokal yang berlaku di Sumatera Barat, Ini menyangkut kelanjutan masa depan generasi anak kemenakan kita, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Dimana Bumi dipijak disana Langit di Junjung, Masuk Kandang Harimau Mengaum, Masuk Kandang Kambing Mengembik.
“Apabila nanti aturan ini dicabut dari sekolah, artinya anak-anak akan semakin diberi kebebasan, bahaya akan selalu mengancam mereka dan apabila itu terjadi nauzubillah min zalik” lanjutnya.
Kata Tokoh Masyarakat ini apakah para menteri itu akan bertanggung jawab?, Untuk Memprotek hal tersebut tidak terjadi kepada anak-anak kita, Generasi penerus bangsa ini kita harus menanamkan Akidah dan khlak secara dini dengan kebisaan memakai jilbab dan menutup Aurat.
Selama kurun waktu yang cukup lama aturan ini telah saya buat selain memakai jilbab juga menghafal asmaul husna dan itu hasilnya luar biasa, 95 % Siswa-siswi di Sekolah di Sumatera Barat hafal membaca asmaul husna., SKB 3 mentri itu berpotensi membawa kemunduran peradaban masyarakat di Sumatera Barat.
Pada Kesempatan itu, Fauzi Bahar menghimbau kepada masyarakat Sumatera Barat sama-sama berjuang untuk menolak SKB 3 menteri tersebut demi kelanjutan Rohani Anak Kemenakan kita supaya jangan tersesat di Zaman Era Globalisasi ini.













