Pasaman Barat, Shootlinenews.com
UPTD BLK Dinas ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kembali membuka pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pasbar yang berada di Plasma 5 Nagari Giri Maju Kecamatan Nan Duo.
Kepala UPTD Balai Latihan Kerja, Erwanzi, SPd, di Plasma, Senin (17/7)wl menyampaikan bagi angkatan kerja yang butuh pelatihan silahkan mendaftar pelatihan berbasis kompetensi tahap III kejuruan pemasangan Instalasi Listrik bangunan sederhana selama 33 hari atau 260 jam praktek.
Pelaksanaan pelatihan dimulai tanggal 1 Agustus 2023 sampai dengan 15 September 2023 Pelatihan tanpa dipungut biaya (gratis).
“Pendaftaran sudah dibuka 19 Juni- 24 Juli 2023, tes tertulis 26 Juli 2023, Daftar ulang 31 Juli 2023,” urainya.
Syaratnya berusia 17 sampai 26 tahun, tidak sedang menempuh pendidikan formal/ bekerja. Tidak sedang hamil, Wajib memiliki kartu pencari kerja (AK I).
“BLK kembali membuka pendaftaran latihan kerja kejuruan instalasi listrik sederhana yang di anggarkan oleh APBD Pasaman Barat yang akan dibuka tanggal 1 Agustus 2023 mendatang. Pada APBN 2023 di bulan September nanti juga akan melatih kejuruan listrik sebanyak dua paket,” jelasnya.
Setiap paketnya, BLK Pasbar hanya menerima kuota peserta sebanyak 16 orang yang dilatih selama 33 hari. Bagi peserta yang lolos seleksi difasilitasi tanpa dipungut biaya.
Pada bulan Agustus 2023 ini akan diadakan pelatihan untuk kejuruan listrik I dan berikutnya kejuruan TIK I.
“Mari gunakan kesempatan pelatihan kerja di BLK dengan gratis. Peserta pelatihan juga mendapatkan uang saku, makan dan pakaian praktek selama kegiatan berlangsung. Peserta yang lulus latihan juga mendapatkan serifikat lisensi nasional dan BPJS ketenagakerjaan,” pungkas Erwanzi.
Selain memberikan pelatihan, BLK pasbar saat ini sedang mengupayakan adanya bantuan alat praktik ataupun sarana prasarana pendukung bagi peserta diklat. proposal ke Kementerian Tenaga Kerja untuk mendapatkan bantuan anggaran atau alat praktek untuk pelatihan maupun sapras workshop, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” katanya
“Selain alat praktek, kebutuhan BLK Pasaman Barat yang mendesak saat ini yaitu Workshop atau tempat pelatihan praktek. Apabila nanti ada tersedia alat praktek seperti mesin Las, alat berat mini dan mesin lainnya tentu harus tersedia juga Workshop yang memadai,” urainya.
“Kita butuh alat yang digunakan praktik di BLK tidak jauh berbeda dengan peralatan yang digunakan pada dunia kerja umumnya” harapnya.
Saat ini alat praktek pelatihan yang ada berupa sepeda motor baru dari APBD sebanyak 2 unit.
“Alhamdullah BLK juga mendapatkan hibah dua unit sepeda motor dari Kejaksaan Negeri Pasaman Barat yang diperuntukan untuk praktek pelatih perbengkelan. Pelatihan perbengkelan otomotif dibantu 6 orang tenaga instruktur,”ujarnya.
Tiga orang instruktur sudah PNS dan sudah bersertifikat pendidikan dasar instruktur jurusan TIK, otomotif dan jurusan instalasi listrik sederhana. Sementara tiga orang instruktur lagi masih CPNS.
“BLK Pasbar menyiapkan satu orang instruktur praktek Las, namun kendalanya peralatannya sama sekali belum ada dan workshop nya pun belum tersedia. Sedangkan anggaran dari APBD kegiatan pelatihannya sudah disediakan untuk satu paket. Akibatnya praktek Las tersebut berkemungkinan tertunda pelaksanaannya,” ungkap Erwanzi.
Selama ini praktek perbengkelan otomotif di Balai Latihan Kerja Pasaman Barat sudah meloloskan 44 orang calon tenaga kerja yang terlatih. Beberapa orang sudah bekerja.
Ia menyebutkan sampai sekarang kegiatan BLK sudah berjalan dengan memberikan 4 paket pelatihan berbasis kompetensi yang di anggarkan dari APBN berupa pelatihan perbengkelan otomotif roda dua, pelatihan keterampilan Operator basis office tekhnologi Informasi Komputer (TIK) pada bulan Juli 2023.
“Pada anggaran APBD tahun 2022, BLK Pasbar juga sudah melaksanakan pelatihan kepada 24 orang yang mendapatkan serifikat pelatihan atau lisensi nasional terdiri dari 12 orang jurusan listrik, 13 orang jurusan otomotif,”
Dari APBN tahun anggaran 2023 juga menganggarkan pelatihan kejuruan TIK sebanyak 32 orang dan kejuruan otomotif sebanyak 32 orang.
Disamping itu, Pihak BLK Disnaker Pasbar meminta kerjasama perusahaan yang ada di Pasbar untuk merekrut tenaga kerja yang sudah dilatih di BLK Pasbar.
“Kita mengharapkan perusahaan atau pengusaha untuk menyampaikan lowongan rekrutmen kerja dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan oleh perusahaan tersebut”
“Sebagian alumni BLK yang dilatih jurusan Tekhnologi Informasi Komputer sudah bekerja di lembaga sekolah maupun perkantoran dan bidang usaha lainnya,” sebutnya.
Dari tinjauan lapangan, Kepala BLK menyampaikan harapan masyarakat juga butuh pelatihan keterampilan usaha mandiri (UMKM) seperti pengolahan kuliner, keterampilan menjahit pakaian, dan tata rias.
Untuk instruktur pelatihan usaha mandiri tersebut BLK akan bekerjasama dengan BLK terdekat dari kabupaten Pasaman, Agam dan Pariaman, Namun terkendala alat prakteknya belum tersedia.
“Kita harapkan dapat anggaran alat praktek baik dari APBD kabupaten Pasbar, APBD Propinsi Sumbar maupun APBN atau kementrian,” harapnya.
Kepala BLK Erwanzi juga mengucapkan terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Pasbar yang sudah menghibahkan dua unit sepeda motor untuk praktek otomotif dan atas dukungan Bupati dan Wabup, DPRD Pasbar serta OPD terkait yang ikut andil pelaksanaan latihan kerja di BLK Pasbar.
“Semoga angkatan kerja Pasbar semakin berkompeten sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan membuka lapangan kerja,” pungkasnya mengakhiri.














