PASAMAN BARAT | SHOOTLINENEWS.COM — Penutupan sejumlah di Pasaman Barat berdampak menurunnya omset penjualan mainan anak anak di pinggir jalan Pasar Simpang Empat.
Saat hari pertama Idul Fitri 1442 Hijriah aktifitas di pusat ibu kota Kabupaten Pasaman Barat sepi dan pertokoan banyak yang tutup.
Namun tenda mainan anak-anak bermunculan meskipun tidak seramai Idul Fitri tahun lalu.
Opik salah seorang pedagang mainan anak-anak mengatakan “Lebaran kali ini meleset dari perkiraan, harapan kita saat lebaran pembeli rame , tapi hari pertama saja malah sepi, biasanya lebaran tahun lalu dapat omset 3 jutaan, namun sampai sore ini belum sampai 1 juta,” terangnya, Kamis sore (13/5).
” Ini dampak penutupan Objek Wisata Sasak, biasanya pengunjung melewati Paasar Simpang Empat, dan berbelanja mainan buat anak-anak, namun hati ini arus lalu lintas ke Pantai Sasak pun sepi,” imbuhnya.
Dari pantauan langsung nampak sejumlah pertokoan banyak yang tutup karena selain pemilik toko sibuk berhari raya juga banyak yang pulang kampung.
Kios Pedagang dipasar Simpang Empat juga terlihat sepi, bahkan toko dan warung masih tutup karena kemungkinan sebagian besar masyarakat masih melakukan kegiatan silaturahmi antar sesama dan memilih berkumpul dengan keluarganya.
Biasanya toko dan warung tersebut tutup hingga tiga sampai empat hari setelah lebaran.
Selain toko, warung kecil juga banyak yang tutup sehingga warga sulit mencari kebutuhan sembilan bahan pokok.
Selain Pasar Simpang Ampek, pasar Kinali dan pasar Ujung Gading rata-rata pada umumnya banyak yang tutup.
Apalagi saat ini ada pandemi COVID-19 yang semakin hari semakin meningkat. Pembatasan kerumunan dan pembatasan mobilisasi harus dilakukan.
Warga lainnya Riki (40) mengatakan aktifitas di Simpang Empat kemungkinan baru normal tiga hari kedepan.
“Kebanyakan pemilik toko banyak yang mudik kekampung halamannya seperti ke Bukittinggi dan Payakumbuh,” ujarnya.
Kota Simpang Ampek merupakan ibu kota Kabupaten Pasaman Barat yang dihuni berbagai etnis mulai dari Minang, Mandailing, Batak dan Jawa.
Kota Simpang Ampek banyak dihuni oleh warga pendatang, apalagi para pemilik toko atau warung didominasi oleh pendatang mulai dari Bukittinggi, Agam, Pariaman dan Padang.













