Pasaman Barat, Shootlinenews
Piyan (50 ) warga di Simpang Timbo Abu Jorong Timbo Abu, kenagarian Simpang Timbo Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar merupakan salah satu korban gempa 25 Februari 2022 lalu menyebabkan rumahnya rusak berat, cuman dinyatakan dalam survei rusak ringan.
Hal disampaikan Piyan saat ditemui usai aksi damai di kantor Bupati Pasaman Barat mengatakan dirinya sudah berusaha memperbaiki sendiri rumah nya yang runtuh akibat Gempa setahun lalu tersebut dengan menggunakan uang pinjaman ke beberapa orang kerabat.
” Saya terpaksa meminjam uang karena tidak ada tempat bernaung lagi bersama keluarga. Pinjaman uang untuk memperbaiki rumah sendiri karena uang bantuan korban gempa yang ditunggu sampai saat ini belum juga diterima ” ungkap Piyan, di jalan 32 Pasaman Baru Kamis (7/9)
Ayah dua orang anak ini mengaku yang tinggal di rumah tersebut jauh dari layak tersebut dihuni sebanyak tujuh orang.
Ia berharap agar pemerintah secepatnya mencairkan uang bantuan gempa dari pemerintah pusat sebanyak 50 Juta sesuai kategori kerusakan rumahnya saat itu.
“Saya terbelit hutang sebanyak 15 juta hingga hari ini belum bisa saya bayar kan uang ini saya pergunakan untuk membangunnya kembali tempat tinggal kami. Sementara uang untuk kebutuhan rumah tangga hanya dari hasil bertani jagung”ungkap Pian.
Sebelumnya Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi bersama stakeholder terkait melepas tim Verifikasi dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Kamis (7/9) pagi di lobi kantor bupati setempat, dalam rangka mempercepat realisasi bantuan pasca gempa yang terjadi 22 Februari 2022 lalu
Setelah menemui dan menjawab tuntutan masyarakat korban gempa pada demonstrasi yang dilakukan di depan kantor bupati pada Rabu (6/9).
Hamsuardi menyampaikan pelepasan TFL ini dalam rangka memastikan validasi data baik itu data yang sudah diSKan maupun data susulan yang akan kita SKan,” katanya.
“Kita medorong untuk percepatan, mudah-mudahan sampai Senin depan validasi data sudah clear. Dan pelaksanaan penyaluran bantuan bisa terlaksana sesuai dengan aturan,” katanya
Hamsuardi juga menjelaskan, tim verifikasi dan TFL yang dilepas pada hari itu akan fokus kepada sebanyak 148 yang memilih sistem Reimbursement Mandiri. Ia pun menambahkan, tim yang dilepas itu akan bekerja hingga hari Senin (11/9) sehingga pada hari yang sama akan dilanjutkan dengan rapat bersama stakeholder terkait. Namun tidak melepas kemungkinan, tim akan bekerja sembari mendata sesuai lokasi yang dikunjungi.
“Tim yang berjumlah kurang lebih 21 orang ini akan bertugas di Kecamatan Pasaman dan Talamau hingga hari Senin. Kemudian pada Senin siang, kita akan lanjutkan dengan rapat bersama. Dalam rapat itu sudah jelas klasifikasi berdasarkan verifikasi yang dilakukan tim, termasuk usulan susulan yang 86 dan mendata diluar yang diSK kan,” terangnya.
Ia juga meminta kepada TFL itu agar menjaga kesehatan selama bekerja di lapangan, mengingat cuaca ekstrim dan curah hujan yang cukup tinggi. Bekerja dengan baik, dan harus dapat meredam jika terdapat benturan dengan masyarakat setempat. Pada kesempatan itu ia juga kembali meminta kepada masyarakat korban gempa agar tetap berada di rumah masing-masing, agar ketika tim verifikasi datang data yang diminta dapat diberikan.
“Kita himbau kepada masyarakat, agar kembali kerumah masing-masing biar tim bekerja dulu,” ujarnya.
Sementara orator aksi damai Mustapa Kemal menyampaikan ditunggu ketegasan dan kepastian kapan selesainya melakukan verifikasi. Masalahnya sudah satu tahun lebih persoalan ini tidak kunjung rampung.
Ia mengharapkan Bupati Pasaman Barat Hamsuardi dapat bersikap tegas dan menekankan kepada tim teknis dan BPBD agar mempercepat pelaksanaan verifikasi dan pencairan dana bantuan gempa itu.
“Aspirasi kami sudah didengar namun kami ingin kepastian. Sudah terlalu lama warga menderita. Kami tidak ingin dijanjikan lagi tetapi kepastian yang perlu, katanya.
Ia juga mengharapkan bupati dapat menindak tegas bawahannya yang mengancam dan mengintimidasi korban gempa.
(Dolop)














